Selasa, 26 Januari 2010, 07:50 WIB WAGUB AKMIL PIMPIN.....
WAKIL GUBERNUR AKMIL PIMPIN
PERINGATAN HARI BHAKTI TARUNA KE 64
Magelang-Akmil. Senin (25/1) Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI
Zulkarnaen Pane bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Bhakti Taruna tahun 2010 di
Lapangan Pancasila Akmil Magelang. Penyelenggaraan hari bhakti taruna tahun ini
diisi dengan kegiatan bhakti social seperti donor darah,karya bhakti, anjang
sana, temu generasi, ziarah ke tmp dan ditutup dengan kegiatan upacara.
Dalam
amanat tertulis Gubernur Akmil yang
dibacakan Wakil Gubernur Brigjen TNI Zulkarhaen Pane menjelaskan tentang fakta
sejarah adanya perjuangan mempertahankan dan menegakkan kedaulatan NKRI yang
dilakukan segenap bangsa Indonesia juga oleh para Kadet/Taruna Militer Akademi
dengan semboyan “Merdeka atau Mati”, yang dilandasi semangat nasionalisme
kepahlawanan,rela berkorban tanpa pamrih, percaya pada kekuatan sendiri dan
pantang menyerah. Semangat heroism para taruna telah dibuktikan dengan
peristiwa Lengkong yang terjadi tanggal 25 Januari 1946,dimana peristiwa
tersebut gugur Matyor Daan Mogot beserta 3 perwira dan 34 Taruna/kadet.
Selanjutnya pada masa agresi Belanda Kedua di Jogjakarta, Tempel dan Wates pada
1947 dan di Pataran, Kecamatan Kalasan, Yogyakarta pada tanggal 24 Februari
1949 juga menjadi momen gugurnya para taruna kusuma bangsa.
Lebih lanjut
ditegaskan bahwa kita Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar sudah
seharusnya adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya. Oleh karenanya
diharapkan para taruna sebagai generasi penerus dapat mengimplementasikan dan
mengaktualisasikan nilai-nilai kejuangan, juga mewarisi keteladanan dan keprajuritan dengan belajar berlatih secara
sungguh-sungguh dilandasi motivasi dan semangat belajar yang tinggi, pada
akhirnya akan menjadi pemimpin-pemimpin yang handal, berkarakter, berwawasan
kebangsaan serta dicintai rakyat. Oleh karenanya sebagai generasi penerus kita
jangan sampai melupakan sejarah perjuangan bangsa dan menghargai pengorbanan
para syuhada yang telah mengorbankan jiwa,raga dan hartanya demi tegaknya NKRI.
Dalam Akhir
amanatnya Gubernur membacakan sebuah syair lagu yang diciptakan Cornel
Simanjuntakyang syair aslinya diciptakan oleh Sanusi Pane dan digubah oleh
Cadet Rosjidi Imron diantaranya: “Jauh di
sana di balik tembok, terletak taman pahlawan raya, tewas berjuang di medan
Lengkong, untuk membela nusa dan bangsa, selamat tinggal ibunda,selamat tinggal
ayahanda, ku pergi jauh kesana,mencari bahagia”. Hadir dalam even tersebut,
peserta upacara yang terdiri: pengasuh dan taruna Akmil serta undangan para
sesepuh diantaranya Jenderal TNI (purn) Tyasno Sudarto, keluarga Lettu (Anumerta)
Subiyanto Joyohadikusumo, Distribusi A dan B , Wakil Ketua dan Pengurus persit KCK cabang BS Akmil.