Kamis, 18 Februari 2010, 09:59 WIB GUBERNUR AKMIL ZIARAH ...........
GUBERNUR AKMIL ZIARAH DI TMP TANGERANG
Magelang - Akmil. (31/1)
Gubernur Akademi Militer, Brigadir Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Taruna
Akademi Militer , para Pelaku Sejarah Peristiwa Lengkong dan veteran
TNI, para sesepuh TNI, para pejabat Kodam Jaya dan para pejabat Muspida
Tangerang, Pengurus Yayasan 25 Januari 1946 ziarah di Taman makam
Pahlawan Tangerang. Kegiatan ini merupakan agenda rutin Tahunan yang setiap
tahunnya diperingati oleh Akademi Militer sebagai Hari Bakti Taruna, (Peristiwa
Pertempuran Lengkong di Tangerang, Jawa Barat, yang terjadi 64 tahun yang silam,
25 Januari 1946).
Dalam Amanatnya Gubernur Akademi Militer menyampaikan bahwa Peristiwa
pertempuran Lengkong 25 Januari 1946 tersebut, merupakan salah satu peristiwa
sejarah pasca kemerdekaan yang memberikan kebanggaan kepada para taruna dan
seluruh generasi penerus serta generasi muda tentang heroisme/
kepahlawanan, rasa kesetiakawanan dan sikap pantang menyerah, serta sikap rela
berkorban jiwa raga demi tegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Menurut Brigjen TNI Gatot Nurmantyo, Bangsa Yang Besar
adalah Bangsa yang menghargai jasa para Pahlawan-Pahlawannya. Dengan demikian
diharapkan bahwa seluruh komponen Bangsa ini dapatlah mengambil dan memetik
pelajaran-pelajaran yang sangat berharga dari sejarah perjuangan Bangsa, salah
satunya adalah Peristiwa Lengkong ini, yaitu dengan memahami mahalnya arti dari
sebuah Kemerdekaan. Gubernur Akmil mengajak seluruh undangan yang hadir dan
seluruh generasi penerus untuk senantiasa memegang Amanah yang telah
diperjuangkan oleh para Syuhada Bangsa, dengan dilandasi kebulatan tekad untuk
menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, hingga akhir hayat
dengan menciptakan karya-karya yang nyata yang dapat memberikan
kontribusi-kontribusi yang positif bagi Negeri ini.
Pada
Kesempatan ini Gubernur juga membacakan untaian sajak yang terdapat dalam saku Lettu
Soebianto (salah satu Pahlawan yang gugur dalam peristiwa Lengkong). Sajak
tersebut ciptaan Henritte Roland Host yang diterjemahkan oleh Rosihan Anwar
pada tahun 1946 ; " Kami bukan Pembangun Candi, Kami hanya Pengangkut
Batu, Kami Angkatan yang mesti musnah agar menjelma Angkatan Baru di atas
Pusara Kami, lebih Sempurna ". Sajak tersebut sangat terkesan direncanakan dan diharapkan
untuk dapat ditemukan di saat yang tepat, untuk memberikan pelajaran yang sarat
dengan makna yang mulia, dengan rendah hati para Syuhada tersebut mengakui bukan
pembangun Candi tetapi hanya pengangkut Batu yang meletakkan landasan hingga rela
mengorbankan jiwa raga dengan harapan yang tulus agar generasi baru akan lebih
sempurna.
Beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Tangerang
pada peringatan Hari Bakti Taruna ( yang juga dikenal dengan peristiwa
Lengkong), antara lain melaksanakan doa bersama di Monumen Lengkong, Ziarah di
TMP. Lengkong, Upacara Peringatan Peristiwa Lengkong, dilanjutkan dengan
menampilkan lagu-lagu hymne perjuangan yang dinyanyikan oleh para Taruna Akmil
dan
Siswa-siswi Sekolah menengah Pertama milik yayasan 25 Januari 1946.