Selasa, 9 Maret 2010, 08:24 WIB WAKASAD TUTUP ...........
WAKASAD TUTUP KEJURNAS JUDO JUNIOR DAN
SENIOR KARTIKA CUP III TAHUN 2010
Magelang-Akmil. (7/3) Wakil Kepala Staf TNI AD Letnan Jenderal TNI
Johanes Suryo Prabowo, mewakili Ketua Umum PBPJSI Jenderal TNI George
Toisutta, secara resmi menutup Kejurnas Judo Junior dan Senior Kartika Cup
III 2010. Kejurnas Judo Junior dan Senior Kartika Cup ini telah berlangsung selama 4 (empat) hari dari tanggal 4 s.d 7
maret 2010 di Gedung Olah Raga Soeroto Akmil, Magelang ini berjalan baik, sukses dan lancar sesuai dengan rencana
dan jadwal yang telah ditentukan hingga usai upacara penutupan. Upacara
penutupan kejuaraan tersebut dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro, Gubernur
Akmil (selaku Ketua Panitya Kejurnas), beberapa pejabat daerah setempat, para
pengurus PJSI, para Pejabat Teras Akmil, para Anggota Tetap/Organik Akmil dan
perwakilan Taruna Akmil, serta para atlit yang telah berlaga dan berkompetisi.
Suasana meriah ditandai dengan sorak-sorai penonton
dan pendukung timnya menggambarkan
seolah-olah event yang mau ditutup tersebut baru saja akan dibuka.
Motivasi, semangat dan anthusias para pejudo, pendukung dan penonton masih saja bergelora. Saat menjelang Upacara
Penutupan, Gedung Olah Raga Soeroto yang
digunakan bertanding oleh para pejudo Indonesia untuk mempertahankan reputasinya
dan mengukir
prestasinya, nampak rame dipadati oleh para atlit dan supporternya, serta penonton
yang menyaksikan pertandingan.
Hal yang sangat menarik dari pertandingan-pertandingan
selama Kejurnas ini adalah pertama, selama pertandingan panitya dan wasit
menerapkan aturan yang sangat ketat sekali, dengan tujuan agar para atlit dapat
bertanding dengan baik, aman, maksimal dan fair. Kedua, para atlit sangat menjunjung tinggi jiwa dan
semangat sportifitasnya. Hal-hal tersebut memang dipandang sangat perlu untuk
dapat memperoleh atlit-atlit judo yang kelak dapat dan mampu berlaga di event-event yang lebih tinggi
dengan baik dan maksimal, sehingga dapat
membawa nama olahraga judo Indonesia tidak hanya di mata Nasional akan tetapi juga di mata Internasional.
Hal tersebut
di atas juga disampaikan oleh Ketua Umum PB PJSI Jenderal TNI George Toisutta
dalam
sambutan tertulisnya, bahwa apapun hasil pertandingan yang telah
dicapai harus diterima sebagai kenyataan dengan sikap sportifitas yang tinggi
dan keyakinan bahwa semua yang telah diperoleh merupakan akumulasi dari hasil
pembinaan, kerja keras dan latihan yang telah dilakukan sebelumnya. Lebih
lanjut, menurut Ketua Umum PBPJSI, para atlit diharapkan untuk berlatih keras
sebelum bertanding, karena dengan demikian secara otomatis para pejudo akan
dapat lebih terampil dan mampu meraih hasil yang baik dan optimal.
Dalam sambutannya Ketua Umum PB PJSI juga
mengharapkan, bahwa semangat dan perjuangan para atlit Judo Indonesia tidak
boleh surut, harus pantang menyerah dan tidak cepat
puas dengan apa yang telah dicapai dan berhenti sampai di Kejurnas ini. Para
Pejudo Indonesia harus menyadari bahwa
event-event yang sangat berat telah menunggu, diantaranya yaitu Sea Games ke-26
tahun 2011. Para Atlit yang telah mengukir prestasi di Kejurnas Ini harus
memacu diri dengan meningkatkan kerja keras dan intentas latihan, karena
penyelenggaraan Kejurnas Judo Kartika Cup ini salah satunya untuk menghadapi
Sea Games tersebut di atas.
Pada Kejurnas ini, keluar sebagai juara I Senior
beregu putra adalah Kaltim, diikuti oleh Jatim sebagai juara II, dan Jabar serta
Bali keluar sebagai juara III. Sedangkan Juara I beregu putri adalah DKI Jaya,
Bali juara II dan Jabar serta Jatim sebagai juara III. Keluar sebagai Juara
umum Senior adalah Jawa barat, untuk
Juara umum pejudo tingkat atau kelas Junior diraih oleh Jawa Timur.
Menurut rencana para Atlit ini akan kembali ke
daerahnya masing-masing seusai Upacara Penutupan Kejurnas Junior dan Senior
Kartika Cup III tersebut.
Jangan menyerah dan patah semangat para Atlit Judo
Kebanggaan Bangsa ini, Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, yaitu awal
untuk
menuju sukses. Tetap tegar dan berlatih keras, Lebih baik mandi keringat pada
saat latihan daripada kalah pada saat pertandingan. Sadari tanpa Latihan dan
kerja keras, impossible untuk dapat meraih kesuksesan. Dalam bertanding sudah
sewajarnya dan pasti ada yang menang dan ada
yang kalah. Tetap junjung tinggi jiwa sportifitas dan kompetisi, serta semangat
kebersamaan. Jadikan kejuaraan pada tingkat apapun sebagai wadah untuk
silahturahmi, sharing pengalaman, dan saling berkomunikasi, serta berpretasi
secara optimal. Dengan jiwa dan semangat kompetisi yang tinggi
dan sportifitas, yakin dapat diperoleh prestasi yang tinggi pula. Pejudo
Indonesia bukan pejudo di Negara sendiri, akan tetapi pejudo yang dapat
dibanggakan oleh Bangsa sendiri di event-event Internasional. Pererat
komunikasi, kerjasama dan persahabatan terutama antar pejudo Indonesia untuk
dapat berkiprah di dunia Internasional. Good
Luck! Salam Olahraga…..