SERMADATAR AKMIL
DI SEKITAR TIDAR

Magelang-Akmil. Minggu,(24/1/10)
Di lapangan puncak Tidar (Pakunya pulau Jawa) nampak jelas para taruna tk III
(Sermadatar) berpakaian pdlt lengkap dengan samaran disertai mata tajam
bersinar dan raut wajah penuh semangat, duduk dengan rapi mendengarkan
pengarahan Gubernur Akmil Brigjen TNI Gatot Nurmantyo. Situasi tersebut
terlihat merupakan salah satu rangkaian akhir kegiatan Sermadatar melakukan
pesiar terpimpin yang dimulai pkl 20.00 Sabtu malam (23/1) sampai dengan Minggu
pagi(24/1) pada akhir pekan ini. Kegiatan
tersebut merupakan bagian dari tahapan latihan pengasuhan yang diprogramkan
oleh komandan Resimen Tarunan Kolonel Inf Heronimus Guru dan staf Mentar.
Dalam
pengarahannya Gubernur menyampaikan, bahwa latihan tersebut dilakukan guna
mencuci otak kembali peranan taruna sebagai senior dalam membina yuniornya
sebagai adik asuh. Kehidupan keluarga asuh memang merupakan tradisi taruna
akmil secara turun-temurun, akan tetapi tradisi tersebut bukan alat senior untuk
menjadikan Taruna yuniornya sebagai pembantu
atau sasaran mengungkapkan kemarahan
atau emosi, akan tetapi agar tercipta jiwa korsa dan kekompakan diantara sesama
taruna serta terbentuknya soliditas
maupun loyalitas diantara kakak asuh dan adik asuh, agar dalam penugasan di
satuan TNI-AD nantinya dapat menjadi team work yang solid dan tangguh menghadapi
setiap tantangan tugas yang ke depan semakin tidak ringan.
Lebih
lanjut Jenderal Gatot menekankan bahwa membina adik asuh (Taruna Yunior) memang
harus keras, akan tetapi bukan untuk melakukan penyiksaan yang dapat membuat
cedera permanen, namun untuk membekali mereka agar tidak pantang menyerah dan
mudah putus asa. Disela-sela pengarahannya
guna membangkitkan semangat dan
kesungguhan para taruna, disampaikan juga doa dari seorang ayah Jenderal
Douglas Mac Arthur kepada anaknya, “Ya Tuhan, aku mohon agar anakku tidak dibawa ke jalan mudah dan lunak,
tetapi kejalan yang penuh desakan, kesulitan dan tantangan. Didiklah anakku
supaya ulet berdiri ditengah badai. Bentuklah anakku menjadi manusia yang
jernih,cita-citanya luhur, anak yang sanggup memimpin dirinya sebelum memimpin
orang lain. Dengan demikian , aku ayahnya akan memberanikan diri untuk
berbisik, hidupku ini tidaklah sia-sia”.
Doa tersebut disampaikan untuk melatarbelakangi perlunya taruna melaksanakan
kegiatan seperti ini.
Pada
kesempatan tersebut nampak hadir turut mendampingi Gubernur Akmil adalah Dan
Mentar, Dirbinlem, Dirbindik, Kadep Tik dan pejabat distribusi B Akmil terkait
dan para pengasuh Taruna.madya .dibawah komando Danyon Madya Letkol Inf Susilo.