Magelang (kamis 14/1-2010). Brigjen TNI Gatot Nurmantyo bertatap muka
langsung dengan segenap Civitas Akademika Akmil pada hari pertama melaksanakan tugas sebagai Gubernur
Akmil baru di Kampus Lembah Tidar Akmil, setelah dilantik oleh Kasad Jenderal
TNI
George Toisutta menjadi Gubernur Akmil pada Hari Rabu yang lalu (13/1). Moment
ini
merupakan Agenda kegiatan awal dari Jenderal bintang
Satu tersebut dalam karier penugasan barunya sebagai Gubernur Akmil.
Apel perdana
yang digelar oleh Gubernur Akmil, Brigjen TNI Gatot Nurmantyo, dihadiri oleh sekitar
1.600 personil organik diantaranya Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Zulkarnaen
Pane, para Pejabat Teras, para Perwira, dan Anggota Tetap Akmil baik Militer
maupun Pegawai Negeri Sipil.
Gubernur Akmil Brigjen TNI Gatot Nurmantyo mengawali pengarahannya dengan mempresentasikan Curriculum Vitaenya
(identitas diri), baik back ground filosofi
asal-usul, keluarga, pendidikan Militernya maupun pengalaman-pengalamannya selama
meniti karier militernya yang dimulai dari saat menjadi Taruna sampai
dengan pengalaman-pengalaman selama penugasan militernya, operasi Militer maupun
penugasan Luar Negeri yang pernah dijalankannya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Gubernur Akmil, dalam pengarahan pertamanya
dimaksudkan agar seluruh organik Akmil
mengenal lebih dekat terhadap Gubernur Akmil yang baru. Beberapa hal dalam
perkenalannya disampaikan mengenai asal usul dan makna pemberian nama Gatot
Nurmantyo. Menurut Gubernur Akmil, bahwa
Ayahnya sangat mengidolakan pemimpin-pemimpin terdahulu yang dipandang begitu
hebat, sehingga bisa terjadi anak buahnya (Ayah dari Brigjen TNI Gatot
Nurmantyo) menginginkan kalau dikaruniai anak seorang putra menghendaki dikelak
kemudian hari akan menjadi figure
pemimpin yang dikaguminya, hal tersebut dibuktikan dengan asal-usul pemberian
nama
Gatot yang diambilkan dari nama salah
satu pejuang besar Bangsa Indonesia yaitu Jenderal Gatot Soebroto yang menjadi atasannya.
Di awal pengarahannya pada Apel Luar biasa tersebut, lebih lanjut Brigjen TNI Gatot
Nurmantyo menyampaikan bahwa Keikhlasan dan Ketulusan, serta kebersamaan
adalah kunci lahirnya kesuksesan suatu
kegiatan. Hal-hal tersebut bukan
hanya dapat diterapkan dalam lingkungan Militer saja, tetapi juga untuk profesi bidang lain, bahkan
sampai dengan scope kecil seperti keluarga. Gubernur menegaskan bahwa hal-hal
tersebut adalah dasar yang paling fundamental untuk meraih suatu success
(keberhasilan), tanpa 3 aspek dasar tersebut jangan berharap sukses besar dalam
suatu kegiatan akan tercapai, ucap Gubernur Akmil dengan nada yang lantang dan bersemangat.

Pengarahan perdana yang digelar oleh Gubernur Akmil tersebut nampak
sangat hidup dan menarik, terbukti dengan para hadirin anggota Tetap (Antap)
yang mengikuti pengarahan di dalam Gedung Lili Rohly yang cukup megah tersebut,
mendengarkan dengan seksama, antusias dan penuh perhatian. Segmen-segmen pengarahan Gubernur Akmil yang diberikan
kepada para Dosen, pengasuh, pelatih dan staf-staf pendukung yang mengawaki
Institusi Akmil, nampak menggambarkan
suatu perintah, wejangan dan ajakan untuk bersama-sama mengemban tugas
pengabdian untuk menghadapi tantangan tugas Lembaga di masa depan yang semakin
berat. Oleh Gubernur Akmil, Setiap komponen/personel yang ada di Akmil,
mulai dari bagian yang berkiprah di
lapangan sampai dengan staf, diharapkan mampu dan memiliki itikad yang tinggi untuk bekerja keras dengan tulus, dengan mengedepankan prinsip harus mampu menciptakan perubahan-perubahan yang positif
bagi Institusi Pendidikan pencetak kader-kader
perwira yang kelak harus dapat menjadi motor penggerak Angkatan Perang, di manapun
para perwira tersebut ditempatkan.
Di tengah pengarahannya Gubernur Akmil juga menjelaskan bahwa Institusi
Akmil merupakan suatu kesatuan atau system yang saling terkait dan berpengaruh
terhadap kemajuan dan kesuksesan Lembaga. Seluruh Civitas Akademika Akmil merupakan
akumulasi yang memiliki andil besar untuk dapat melahirkan perwira-perwira yang
akan menjadi motor penggerak Angkatan Perang.
Dengan demikian diharapkan dapat menjadi contoh dan tauladan, serta
panutan para taruna yang output nantinya akan menjadi perwira, Motor
Penggerak Angkatan Perang. Untuk
menjadikan para Taruna menjadi motor
penggerak Angkatan Perang, seluruh unsur
di Akmil harus dapat mencetak kader perwira lulusan Akmil menjadi perwira yang
tangguh dan handal, yang memiliki jati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara
Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional. Tentunya hal itu merupakan
misi yang tidak mudah dan ringan untuk
dapat memanifestasikan tujuan – tujuan tersebut tanpa diiringi dengan kerja
keras dan ketulusan, tegas Gubernur Akmil Brigjen TNI Gatot Nurmantyo.
Sebelum mengakhiri pengarahannya,
Gubernur mengakui bahwa keberhasilan Akmil semata – mata bukan Keberhasilan
Gubernur dan Pejabat-Pejabat teras Akmil
saja, tetapi karena partisipasi dan kontribusi seluruh unsur/komponen di
dalamnya. Seluruh unsur organisasi Akmil diibaratkan sebagai orang
tua (Ayah dan Ibu) dari para Taruna
(kader Perwira TNI) yang kelak akan menentukan nasib dan masa depan anaknya
(para Taruna).
Apel Luar biasa tersebut ditutup dengan laporan Direktur Pembinaan
Lembaga (Dirbinlem) Akmil Kolonel Arm
Tran Sumarso kepada Gubernur Akmil.